Senin, 08 Februari 2016

Mencicipi Wisata Alam Gratis di Yogyakarta

"Jalan-jalan itu meyenangkan.
Gratis itu menyenangkan. 
Jalan-jalan gratis itu menyenangkan kuadrat".

*** 

Awal September tahun lalu, saya merasa sebagai menjadi wanita terbahagia. Entah kenapa, bisa menginjakkan kaki lagi di Yogyakarta merupakan hal yang sangat menyenangkan. Yogyakarta itu otentik. Bikin saya kesemsem tiap jalan-jalan ke sana. Apalagi, perjalanan kali ini gratis. Errr... Tambah greget pokoknya!

31 Agustus 2015

Oiya, jalan-jalan kali ini disponsori oleh @PopIceOfficial. Saya dan sahabat saya bekerja sama dalam mengikuti lomba foto sampai akhirnya terpilih menjadi pemenang. Well, di hari pertama semua peserta (11 orang yang dibagi menjadi 3 kelompok) berangkat ke Yogya masing-masing, termasuk saya, yang melenggang sendirian menggunakan kereta dari Kediri dan rela bolos les bahasa inggris di Pare demi liburan *tjurhat*.

Agenda hari pertama yaitu Pantai Indrayanti! Azik, mantai, bro.

Perjalanan berlangsung sekitar 2 jam-an menggunakan mobil dengan start point Jogja kota. Buat kamu, iya kamu, saya persembahkan potret (narsis) saya sendiri di Pantai Indrayanti yang hits itu.


Pantai Indrayanti Yogyakarta
Trip hijab pertama~
 Karena Pantai Indrayanti yang sepi, akhirnya kami melanjutkan perjalanan ke Pantai Sadranan untuk snorkling! Hanya dengan jangka waku 10 menit, mobil yang kami tumpangi telah tiba di Pantai Sandaran, eh Sadranan. 


Ini kali pertama saya snorkling dan pemandangan yang ditawarkan hanya batu karang tanpa ada ikan yang melintas. Sedikit kecewa sih, tapi semuanya terbayarkan saat melihat sunset yang berlalu dengan cepat. Biar cepat, asal dapat (fotonya)! :))))
Snorkling Pantai Sadranan
snorkling + sunset = bahagia
Usut punya usut, Gunung Kidul atau daerah Pantai Selatan Yogyakarta itu punya banyak pantai yang punya spesifikasinya masing-masing, lho! Keren-keren banget pokoknya. Untuk info lebih lanjut kamu bisa tanya Om Gugel. Sebagai sosok yang serba tahu, Om Gugel akan memberikan informasi yang kamu butuhkan. Trust me, it works!

1 September 2015

Agenda hari kedua adalah rahasia. Dengan penuh tanda tanya, kami menuruti permintaan untuk berkumpul di lobby Hotel tempat kami menginap yaitu Grand Zuri Hotel. Ternyata e ternyata, kami ditantang untuk berjualan Pop Ice di tempat yang unik. Untungnya, tim saya kebagian jualan di warung dekat Sekolah Dasar. Bermodalkan popularitas, totalitas, dan mengerahkan sekuat tenaga, akhirnya kami berhasil menjual banyak minuman ke anak SD yang membuat kami dinobatkan menjadi juara kedua! Iya juara kedua, karena yang jadi juara pertama lebih jago lagi marketingnya! Hahaha

saya, tim, dan calon penerus bangsa asal Yogyakarta
Setelah asik berjualan, akhirnya kami dibawa ke tempat wisata yang juga sedang naik daun di Yogya. Yes, Goa Pindul! Goa Pindul terkenal dengan cave tubing-nya dimana semua pengunjung menggunakan pelampung, menaiki ban karet besar, dan mengambang di atas biru-jernihnya air untuk menyusuri dan menikmati indahnya Goa Pindul. Seru! 
  
beriringan menyusuri gelapnya Goa Pindul



air biru + jernih = Mari nyebur!
Selesai cave tubing di Goa Pindul, kami melanjutkan river tubing Sungai Oya atau yang biasa disebut rafting Gunung Kidul. Untuk menuju kesana kami harus menaiki kol buntung yang telah disediakan dan perlu sedikit berjalan melewati sawah dan batu sungai yang licin.. 

Untuk perlengkapan yang dipakai sama seperti rafting yang pertama, bedanya di-rafting kali ini pemandangan yang disajikan bak lagu Adera, lebih indah :"")
batuan karst yang cantik membentengi Sungai Oya.

tebing batuan khas Sungai Oya. Keren!
Kami menelusuri indahnya Sungai Oya sepanjang 1,5 kilometer dengan kurun waktu 2 jam. Selama penelusuran, kami disuguhi pemandangan alam yang cantik dan natural dari batuan karst putih serta tebing-tebing yang membentengi Sungai Oya di kanan kirinya. Pemandangannya seperti di salah satu iklan rokok namun versi Indonesia. Epic!
Di tengah penelusuran, tersedia tempat untuk pengunjung yang hendak meloncat dari atas tebing dengan ketinggian yang lumayan, lumayan bikin jantung terlepas sejenak hingga terpaksa menempel lagi. Hatam naik halilintar di Dufan? Cobain dulu loncat dari tebing di Sungai Oya :)) 

loncat indah. Bagi kamu si pecinta adrenalin!

2 September 2015

Hari ketiga yang berarti hari teakhir di Jogja. Seperti biasa, kami berkumpul di lobby hotel untuk menaklukan tantangan yang tersedia. Ternyata e ternyata (lagi), kami harus berjualan Pop Ice kembali di Malioboro. Mantap! Haha

Singkat cerita, kelompok saya kalah bertarung, dan kegiatan #PopIceGoesToJogja resmi ditutup di salah satu tempat makan lesehan di jantung kota Yogyakarta. Sudah sebagian peserta dan panitia pulang ke tempat asalnya. Namun, otak oportunis saya melambung yang membuat saya refleks mengajukan untuk berkunjung ke museum. Dengan senang hati crew Pop Ice bersedia mengantarkan kami ke Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta. Cukup dengan satu lembar Rp2000 kamu sudah bisa masuk dan belajar tentang sejarah Indonesia di museum Vredeburg, lho!

Mau kemana kita? Ke museum!


Tak puas dengan satu tempat, saya mengajukan untuk berkunjung ke Museum Yogya Kembali. Dengan anggukan kepala crew Pop Ice, pergilah kami ke museum berbentuk kerucut itu. Museum ini htm nya agak sedikit mahal yakni Rp10.000. Bentuk gedung yang unik serta aneka mainan hiburan di luar museum menjadi daya tarik para pengunjung, apalagi jika kita berkunjung ke sana pada malam hari, beuh... kita bisa menikmati romantisme warna-warni lampion seperti di Batu Night Spectacular!
 romantisme Museum Yogya Kembali

Tidak ada komentar

Posting Komentar

© Hijab Ransel
Maira Gall