Sabtu, 30 Juli 2016

Serba-serbi Pantai Glagah, Kulon Progo, Yogyakarta





Tung tang ting tung. Notifikasi BBM di handphone saya tak kunjung berhenti.
Pantas saja, rupanya BBM group yang diisi seluruh keluarga (yang heboh)
sedang ramai membicarakan rencana liburan akhir tahun baru 2015 kemarin.
Ke Garut, lagi?’
‘Darajat aja!’
‘Ke Cianjur?’
‘Ke Ciamis?’‘Ke Purworejo aja nanti kita ke Pantai Glagah!’
SETUJUUUUU PISAAAAN. Balas saya agak sedikit gak nyantei.
Asik! Keinginan saya melihat-lihat foto Pantai glagah bertebaran di Instagram akhirnya akan tercapai juga. Bermacam-macam ekspektasi saya tentang pantai yang satu ini, karena keunikan batu-batu besar yang bertaburan ditambah editan dramatis ala instagramers yang membuat saya menerka-nerka bagaimana bentuk asli dari pantai hits itu.
Beginilah foto pantai glagah yang menduduki top post di ig. (Sumber)
Melihat gambar di atas, automatically timbul pertanyaan di benak saya ‘Apakah pantai aslinya sebagus ini?’, ‘Duh… Kayaknya tempatnya sepi dan terpencil deh’, ‘Kira-kira ada yang jualan gak yah di sana? Pantainya keliatan hening banget!’ Beberapa pertanyaan di atas menghantui pikiran sampai tiba saatnya mobil yang saya tumpangi berhenti di sebuah lahan parkir yang dipenuhi mobil.

Di balik gambar-gambar cantik Pantai glagah di dunia maya, ternyata terdapat beberapa hal menarik yang dapat kita temui di pantai paling terkenal se-wilayah Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta ini.  Apa aja, sih?


1. Halo udang dan buah naga! Sebelum tiba di wilayah pantai, pemandangan kolam tambak dan perkebunan lah yang akan kita temui.

Tambak udang bertebaran sepanjang jalan sebelum memasuki wilayah Pantai Glagah
Setelah berbelok dari jalan Provinsi, kita akan memasuki ke sebuah jalan yang tidak terlalu besar dengan pemandangan perkebunan buah naga serta kolam tambak udang di sisi kanan kirinya. Entah berapa banyak tambak udang yang telah kami lewati, baru kali ini saya memasuki wilayah pantai yang disambut kolam-kolam berlinang air dalam keadaan tidak diawasi seorang pun. Begitu pula dengan kebun buah naga yang terletak tepat di samping jalan dengan daun-daun jambul cikal buah beraturan yang terlihat ke permukaan. Lucu :3


2. Suka makanan unik? Undur-undur laut khas Glagah yang krenyes-krenyes di mulut bisa bikin kita lupa sama ayam kfc, lho!
Before: Undur-undur Laut yang siap untuk diolah

Diantara banyaknya tenda-tenda yang menjajarkan dagangannya di pintu masuk Pantai Glagah, ada beberapa tenda yang menarik perhatian saya yakni tenda para penjual undur-undur. Seketika saya menghampiri si penjual dan menyondongkan badan saya untuk melihat langsung bentuk asli dari undur-undur sebelum dilumuri terigu putih untuk digoreng ke dalam api panas. Undur-undur merupakan serangga laut dengan berukuran setengah jempol orang dewasa yang tidak bisa berjalan namun pandai menggali pasir. Mereka merupakan hewan yang tinggal di pasir dan ternyata memiliki khasiat untuk membantu dalam penyembuhan penyakit diabetes dan kencing manis. “Kres.. Kress...” Undur-undur yang telah berubah menjadi KFU-Kentucky Fried Undur ini rasanya maknyus dan bikin ketagihan. Harganya pun murah, cukup Rp5000,- saja, saya sudah bisa membawa sebungkus undur-undur panas yang disisipkan saos tomat di dalamnya. Gak tanggung-tanggung, si Mama langsung beli satu lusin kentucky fried undur untuk oleh-oleh ke Bandung hihi ;)

After: KUL. Kentucky Undur-undur Laut
3. Berlayar di Laguna, yuk! Bukan Cuma pantai, di sana juga terdapat danau yang menawarkan wisata perahu untuk para pengunjung yang ingin bersantai sambil berlayar.
 
Kamu pilih berlayar di Laguna atau di hati aku?
Lagi-lagi, sebelum bertemu dengan ombak pantai, kami terlebih dahulu berjumpa dengan perahu-perahu yang berkeliaran di atas danau kecil bernama Laguna Pantai Glagah. Tidak sedikit pengunjung yang melewatkan momen ini, hanya RP10.000,- setiap orang bisa duduk santai di atas perahu untuk berlayar ke mana pun si perahu pergi¬¬¬¬

4. Bye bye pantai sepi dan hening. Pantai ini merupakan objek wisata keluarga dengan bermacam atraksi di dalamnya yang membuatnya selalu ramai didatangi para pengunjung.

Tempat anak-anak bertapa ditemani bola warna-warni serta ban pelampung di pinggangnya
Berbeda dengan ekspektasi saya di awal yang berfikir tentang pantai sepi dengan bebatuan uniknya yang hanya didatangi segelintir orang layaknya pantai di Lombok. Ternyata Pantai Glagah merupakan tempat wisata keluarga which is terdapat banyak sekali objek wisata keluarga yang bisa dinikmati semua usia dimulai dari balita hingga dewasa. Salah satunya objek wisatanya yakni kolam renang. Sebelum memasuki pantai, para pengujung melewati beberapa kolam renang buatan dengan harga yang murah yakni Rp5000,- per orang. Saya sempat heran mengapa terdapat banyak kolam renang padahal di depan terdapat pantai yang luas, setelah saya telaah, Pantai Glagah ini memiliki ombak laut yang tinggi dan juga kencang yang dapat membahayakan bagi pengunjung yang hendak berenang terutama anak kecil dan balita. Maka dari itu dibuatlah beberapa kolam air tawar dengan harga yang murah yang dapat dijadikan alternative bagi para pengunjung yang memiliki anak-anak yang ingin berenang. Hal ini yang membuat para keponakan saya betah, disaat mereka sibuk bermain bola di air, kami yang sudah dewasa sibuk makan bakso dan minum air kelapa muda di saung :D

5. Inilah Pantai Glagah. Pantai dengan ribuan tetrapod yang unik dan lain dari biasanya.
 
Pantai Glagah dengan hamburan tetrapod di permukaannya

Biasanya setiap pantai menyajikan pasir dengan laut yang luas, lain halnya dengan Pantai Glagah. Pantai yang terletak 40 km arah barat Yogyakarta ini memiliki hamparan pasir yang berwarna besi kehitaman dengan ombak laut yang besar. Dibangun pula sebuah dermaga panjang dengan tetrapod di sisi kanan kirinya. Tetrapod yakni sebuah struktur beton berkaki empat yang memiliki fungsi untuk pelindung dan sebagai pemecah gelombang laut. Terdapat ribuan tetrapod di sana yang menjadi salah satu daya tarik wisatawan Pantai Glagah. Ukuran tetrapod ini besar-besar dan tidak sedikit pengunjung yang berdiri di sela-selanya untuk mengabadikan momen dengan latar hamparan laut, ombak, dan pasir dengan batu-batu besar diatasnya. Begitu pun dengan saya, tak mau kalah eksis, saya langsung mengajak Mama untuk ‘wefie’ dengan background yang indah. “Wuzzzz…….” Butiran-butiran ombak mengenai baju saya dari arah kiri tangan saya. Seketika kami melompat ke tengah dermaga untuk menyelamatkan (baju dan kamera) kami. Mengambil foto selfie is a must, tapi keamanan yang paling utama ;)

Cheese before Whuzzz :))




Tidak ada komentar

Posting Komentar

© Hijab Ransel
Maira Gall