Rabu, 28 Juni 2017

Sepenggal Kisah Mudik dan Le(m)baran yang Indah




tempat wisata garut

 Garut, H+2 Idul Fitri 1438 H

~Lembaran foto hitam putih
Aku coba ingat lagi warna bajumu kala itu
Kali pertama di hidupku
Manusia lain memelukku~

Melihat mereka tertawa ketika membuka album foto masa lampau di ruang tengah, saya tiba-tiba teringat sepenggal lirik monokrom dari Tulus yang membuat hati wa’as (perasaan waktu ingat kepada pengalaman menyenangkan) tentang kejadian-kejadian beberapa puluh taun lalu di gambar tersebut.
Saya yang semula duduk seketika berdiri dan melontarkan pertanyaan kepada anggota keluarga di ruang tengah yang sedang asyik membuka album foto lama,
“Jalan-jalan yuk ke sawah. Siapa yang mau ikut?”
“Hayu, Uwan. Sama Mama aja.” Dari beberapa orang yang ada, cuman beliau yang setia setiap saat. *sending a ton of love*

***

         Mama dan saya berjalan keluar rumah dan bergegas mencari sandal jepit stylish untuk menemani jalan-jalan pagi. Kali ini kami sedang berada di kampung Lisung Batu, sebuah tempat di wilayah Samarang, Garut, Jawa Barat yang sangat menyejukkan hati dan pikiran. Tempat ini sebenarnya bukan tempat Mama sewaktu kecil melainkan tempat tinggal Ateu (nama lain tante), namun karena pemandangan yang ditawarkan sangat asri, maka kami sekeluarga selalu menyempatkan  berkunjung ke sini minimal satu kali dalam setahun.

© Hijab Ransel
Maira Gall