Menguak Fakta Kampung Pelangi Semarang

Januari 31, 2019

Kampungnya sebelas dua belas sama hati aku. Berwarna
"Mbak, mau ke mana?"
"Saya mau ke puncak."
"Di sana banyak ******* lho. Lebih baik jangan"
Karena penasaran, akhirnya kami merisaukan dan melanjutkan perjalanan sampai puncak.

***

Ini kali pertama saya menginjakkan kaki di Semarang. Semarang asik, makanannya murah, udaranya nggak terlalu panas, jadi oke buat dipake eksplor jalan kaki. Kampung Pelangi ini terletak di pusat kota Semarang, dari Lawang Sewu yang seram dan bersejarah, kita hanya perlu berjalan kaki untuk mencapai ke sini.


Kampung Pelangi Semarang
tampak luar kampung pelangi
Bisa dibilang Kampung Pelangi ini merupakan kampung vertikal yang terdiri dari banyak bangunan dengan cat dan atap yang berwarna-warni. Dari kejauhan terlihat sangat unik dan mencolok sehingga menarik wisatawan untuk masuk. Di depannya terdapat kali bersih yang membentang. Di bagian puncak terdapat sign "Kampung Pelangi" yang membuat saya dan teman saya, Windi merasa tertantang untuk bisa mencapai titik tertinggi itu. Entah karena kami datang pagi hari, namun pada saat itu kampung sedang sepi, padahal hari libur. Rupanya dulu kampung ini sempat menjadi primadona Kota Semarang saat pertama kali di-makeover menjadi tempat wisata.

Kampung warna-warni Pelangi Semarang
kali di depan Kampung Pelangi
Kampung Pelangi Semarang
kreatif!
Salah satu spot favorit saya. Di sana semua elemen diwarnai sampai ke paving blok yang kami pijak. Di berbagai sudut terdapat banyak kerajinan tangan yang unik dan berbeda. Canggih dan kreatif warga sini, sampai-sampai batu besar saja diwarnai hingga tampak seperti bola beklen ala marble yang cantik. "Eh foto dong!" salah satu kalimat yang sering kami ucapkan tiap melihat sudut yang bagus untuk menjadi background foto. Jangan heran jika pendakian menuju puncak banyak tertunda karena sibuk mengambil gambar dan tertunda karena pesona ayam geprek murah dan enak yang dijual oleh salah satu warga kampung sini.


Kampung Pelangi Semarang
salah satu lorong dengan kontur jalan yang menanjak
Kami berjalan terus ke bagian dalam. Rupanya kontur jalan yang semula datar berubah menjadi tanjakan. Tangga demi tangga kami lewati hingga kami banyak melewati rumah yang tidak mungkin bisa dijangkau oleh kendaraan sepeda motor sekalipun karena struktur jalan yang berbentuk tangga. Salutnya, di sela-sela jalan setapak yang sempit banyak kami temukan hasil DIY alias kerajinan tangan yang kreatif. Sesekali kali kami terhenti di papan petunjuk jalan yang menggambarkan informasi lengkap mengenai Kampung Pelangi serta jalur menuju puncak, disaat yang sama timbul pertanyaan saat kami membaca kata, "Makam?" ucap saya dalam hati.

Rainbow Village Indonesia
papan petunjuk tentang Kampung Pelangi
Kampung Pelangi Semarang
super kreatif! Salut

Kami mengabaikan arahan petunjuk jalan dan nekad naik dengan jalan kami sendiri. Sesekali kami menemukan jalan buntu dan berusaha bertanya kepada warga tentang puncak Kampung Pelangi namun ternyata responnya sama seperti yang tertulis di papan petunjuk jalan. Tangga demi tangga kami naiki hingga akhirnya kami sampai puncak yang mana terdapat tulisan besar "Kampung Pelangi" yang ternyata di sekelilingnya merupakan kawasan pemakaman besar warga sekitar. Akhirnya, rasa penasaran kami akan puncak berhasil terpenuhi  hingga akhirnya kami putuskan untuk turun kembali. Tak lupa kami mengambil gambar pemandangan Kota Semarang dari atas sembari ditemani angin sepoi-sepoi yang menyentuh pundak kami.

Kampung Pelangi Semarang
Pemandangan Kota Semarang dari puncak Kampung Pelangi
Akhirnya kami berjalan kembali ke titik awal untuk berbincang dengan warga setempat. Rupanya kawasan ini di-maintenance oleh pemerintah Kota Semarang yang terlihat dari dilakukannya beberapa renovasi pada Kampung Pelangi seperti pembangunan jembatan serta beberapa objek lain yang bisa memanjakan para wisatawan domestik maupun mancanegara yang datang ke sini. Rupanya warga juga diminta untuk menjaga fasilitas yang ada serta membuat berbagai macam prakarya untuk membuat kawasannya menjadi lebih nyaman dan bervariasi.

Setelah berbincang cukup lama, dengan berat hati kami harus meninggalkan tempat unik ini untuk bergegas ke tempat oleh-oleh untuk dibawa sebelum beranjak ke Stasiun Semarang Poncol.

Ternyata, pengalaman short getaway dengan city tour ke kota yang belum pernah dikunjungi sangat seru karena memberikan pengalaman baru juga cerita baru. Semua ini berkat tiket.com yang memberikan promo diskon kereta serta hotel murah untuk memudahkan akomodasi para budget traveler seperti saya untuk tetap bisa mengeksplorasi berbagai tempat wisata yang ada di Pulau Jawa.

It was great ketika kita datang ke suatu tempat dan menemukan fakta baru di dalamnya. Menguak fakta tempat apalagi ya? Ada saran? ;)

Kampung Pelangi Semarang
Another fact: I met lion at Rainbow Village!









You Might Also Like

2 komentar

  1. Bacanya seru banget kak.. Apalagi klo ke sana langsung yaaa.. Kreatif sekali warganyaa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaa warganya inisiatif untuk bikin wilayahnya jadi lebih unik :D

      Hapus

INSTAGRAM FEED